Wisata Pura Lempuyangan

Pura Lempuyangan Lokasi dengan Keindahan Wisata yang Memanjakan anda

Tips Wisata – Bali merupakan salah satu daerah dengan Keindahan Wisata  yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Bali memiliki banyak tempat wisata bersejarah yang dapat dikunjungi oleh wisatawan, salah satunya adalah Pura Lempuyangan. Yuklah kita belajar dulu sejarah tentang Pura Lempuyang. Pura Lempuyangan berada di puncak gunung Lempuyang.

Gerbang Surga di Pura Lempuyang Bali. Juga disebut Kuil Seribu Langkah terletak di puncak bukit belibis gunung lempuyang, 1.058 meter di atas permukaan laut. Timur laut gunung Agung, Kabupaten Abang, Kabupaten Karangasem. Tidak terdokumentasi kapan Pura Lempuyang dibangun. Pura Lempuyang diperkirakan telah ada sejak zaman pra Hindu-Budha, dimana bangunannya terbuat dari batu. Anda bisa menikmati keindahan wisata ini.

Legenda Pura Lempuyangan

Legenda mengatakan bahwa ketika ibu bumi baru berusia 70 tahun, pulau Bali tidak stabil dan gempa terjadi setiap hari. Dewa Pacupati, yang tinggal di Gunung Sumeru melihat kondisi ini dan meminta ketiga anaknya untuk menstabilkan Bali.

Menurut cerita yang tertera pada buku Dinas Kebudayaan Bali tahun 1998 yang berjudul “Lempuyang Luhur” menyebutkan bahwa Lempuyang berasal dari dua suku kata yakni “Lampu” yang berarti sinar dan “Hyang” yakni kata yang digunakan untuk menyebut Tuhan. Maka dari itu  Lempuyang memiliki arti sinar suci Tuhan. Terdapat begitu banyak versi mengenai arti dari Lempuyang. Versi lain menyebutkan bahwa Lempuyang adalah jenis tanaman yang dipakai sebagai bumbu masak. Sedangkan versi yang lain lagi menyebutkan bahwa Lempuyang memiliki arti menjaga, yang mana hal tersebut diambil dari kata “empu” dan “empong”.

3 Putra utusan sang raja

Dalam sebuah kisah, Bhatara Hyang Pasupati mengutus ketiga putranya untuk melakukan emong guna menjaga Bali dari berbagai bencana alam. Sang Hyang membawa potongan gunung Mahameru ke Bali dan membelahnya menjadi tiga bagian besar dan kecil. Pecahan gunung paling kecil dijadikan deretan gunung yang saling berhubungan. Gunung-gunung tersebut adalah gunung Baratan, Sraya, Nagaloka, Pulaki, Siladnyana, Sangkur, Tapsahi, Pengelengan dan Lempuyang. Gunung-gunung kecil dijadikan sebagai bangunan pusat kekuasaan para Dewa sebagai manifestasi Tuhan.

Bagian tengah pecahan besar potongan gunung Mahameru di kenal sebagai Gunung Batur dan Gunung Rinjani. Sedangkan puncaknya dijadikan sebagai Gunung Agung. Dalam lontar disebutkan bahwa Sang Parameswara memberikan tugas kepada putranya Sang Hyang Agnijayasakti untuk turun dan menjaga Bali sehingga menjadi tempat yang sejahtera. Sang Hyang menjadikan gunung Lempuyang sebagai pusat kekuasaan bersama dewa lainnya.

Peradaban serta bangunan Kuno

Di tahun 1950 barulah terdapat sebuah tumpukan batu dan sanggar agung yang dibuat dari pohon hidup. Barulah ditahun 1960 dibangun dua padma kembar dan satu padma tunggal bale piyasan. Pura lempuyang memiliki kedudukan yang sama pentingnya seperti Pura Besakih dan memiliki Keindahan Wisata Pura Lempuyangan dalam konsep padma Bhuwana, Dewata Nawa Sanga maupun Catur Loka. Dalam zaman prasasti kuno disebutkan bahwa terdapat tiga pura besar yakni Pura Besakih, Pura Ulun Danu Batur dan Pura Lempuyang.

Oh ya, hal utama yang harus disiapkan untuk bisa sampai di Pura Lempuyang adalah ketahanan fisik. Betapa tidak, untuk bisa sampai di Pura Lempuyang pengunjung harus melewati kurang lebih 1750 anak tangga. Nih, kalau sedang ada di Pura Lempuyang, kita gak hanya belajar sejarah aja namun Anda bisa menikmati keindahan wisata. Tapi, kita juga belajar menjadi orang yang patuh terhadap aturan. Yaps, pengunjung Pura Lempuyang memiliki pantangan yang tentu tidak boleh dilakukan selama berada di Pura. Pantangannya berupa tidak berkata kasar, orang yang sedang berduka, wanita haid, ibu menyusui, anak kecil yang giginya belum tanggal, dan dilarang membawa atau bahkan memakan daging babi.

Spiritual untuk keseimbangan di Pulau Bali

Pembentukan tempat ibadah di sekitar Gunung Lempuyang diyakini mendahului mayoritas candi Hindu di pulau Bali. Puras Gunung Lempuyang, diwakili oleh Pura Lempuyang Luhur. Candi tertinggi di daerah tersebut, dikelompokkan satu kompleks pura yang merupakan Pura Sad Kahyangan Luhur Lempuyang. Kelompok-kelompok kuil dianggap sebagai bagian dari Sad Kahyangan Jagad, atau “enam tempat suci dunia”, enam tempat ibadah tersuci di Bali. Menurut kepercayaan orang Bali, mereka adalah titik penting dari pulau dan dimaksudkan untuk memberikan keseimbangan spiritual ke Bali.

Kelompok-kelompok candi di Gunung Lempuyang juga merupakan salah satu kelompok kuil di Bali yang dikenal sebagai Pura Kahyangan Padma Bhuwana. Setiap candi di Pura Kahyangan Padma Bhuwana menandai masing-masing delapan arah mata angin. Pura Lempuyang Luhur merepresentasikan arah timur (purwa) dan warna putih. Arah ini dikaitkan dengan domain Bali dewa Iswara. Pura Penataran Agung terletak di lereng Gunung Lempuyang 1.058 meter di atas permukaan laut. Gunung Lempuyang, juga dikenal sebagai Gunung Lempuyang Luhur, adalah salah satu titik alam yang paling sakral di Bali.

Tapi tenang, disana masih bisa berfoto selfie kok dengan keindahan wisata. Pura Lempuyang memiliki spot foto yang keren. Dari Pura Lempuyang kita juga dapat melihat aktivitas gunung agung yang sedang erupsi. Banyak juga wisatawan yang mengabadikan momen keluarnya lava panas, karena itu pemandangan magis yang sangat langka. Jarak Lempuyang dengan Gunung Agung cukup aman, yakni 19 kilometer.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *