Wisata Pura Besakih Bali

Wisata Pura Besakih Bali Menjadi Tempat Wisata Impian

Wisa Pulau Bali – Bali memiliki banyak Pura atau tempat persembahyangan seperti Wisata Pura Besakih Bali agama Hindu. Salah satunya adalah Pura Besakih. Pura Besakih merupakan pura terbesar di Indonesia. Nama lain dari Pura Besakih adalah Pura Agung Besakih. Saat memasuki kawasan Pura Besakih, kalian akan melihat anak tangga dan pintu gerbang yang sangat besar. Pintu gerbang itulah yang menjadi pintu masuk ke area pura Penataran Agung Besakih.

Nih, kukasih cerita sejarah Pura Besakih ya.  Pura Besakih dibangun oleh seorang tokoh agama hindu dari India yang menetap dipulau jawa, namanya adalah Rsi Markandeya. Pada masa itu Wisata Pura Besakih Bali pulau jawa masih menjadi satu. Sangking panjangnya pulau ini dinamakan pulau Dawa (bahasa jawa) yang berarti pulau panjang. Mulanya Rsi Markandeya bertapa di atas gunung Hyang atau gunung Dieng yang ada di Jawa Tengah. Setelah sekian lama bertapa, Rsi Markandeya mendapat wahyu untuk merambas hutan pulau Dawa dari arah selatan ke utara.

  • Arti dari Nama Besakih Bali

Ditempat Rsi Markandeya merambas hutan, beliau menanam kendi yang berisikan lima logam mulia yakni perak, perunggu, emas, besi dan tembaga serta air suci. Saat ini masyarakat Bali menyebut logam tersebut dengan sebutan Pancadatu. Tidak hanya logam beliau juga menanam permata Mirahadi yang artinya mirah utama. Tempat penanaman ini disebut dengan Basuki artinya selamat.

Alasan diberikannya nama Besuki adalah karena pada saat melakukan perambasan, seluruh pengikut Rsi Markandeya selamat dalam melaksanakan tugas. Kemudian kini dikenal dengan nama Besakih. Wisata Pura Besakih Bali ini berasal dari zaman yang sangat tua. Hal tersebut terlihat dari peninggalan-peninggalan zaman megalitik, seperti menhir, tahta batu, teras pyramid, yang mana sampai saat ini peninggalan tersebut masih dijaga kelestariannya.

  • Keindahan di Pura Bekasih Bali

Untuk pengunjung yang ingin sembahyang, Pura Besakih dibuka 24 jam. Namun, untuk wisatawan yang hanya ingin menikmati keindahannya saja Pura membuka jam kunjungan dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00. Perjalanan dapat ditempuh sekitar 2 jam 30 menit dari bandara menuju kearah timur. Kompleks Pura Besakih sangat luas, bisa membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk berkeliling. Didekat pura Besakih terdapat tempat atraksi menantang yaitu site rafting atau yang dikenal dengan sebutan rafting di sungai telaga waja.

Terdapat tiga candi utama yang merupakan inti dari seluruh bangunan suci. Pengunjung akan merasakan nuansa spiritual dan magis yang begitu kental saat berada di kawasan Wisata Pura Besakih Bali. Hamparan alam terlihat begitu indah jika dilihat dari ketinggian. Bagi wisatawan yang ingin menggunakan jasa pemandu, maka harus merogoh kocek sebesar Rp. 50.000 hingga Rp. 100. 000 bergantung pada banyaknya rombongan.

  • Kental dengan Suasana Spiritual

Setiap upacara keagamaan, bangunan yang ada di Pura akan dihias sehingga terlihat indah dan kental dengan suasana spiritual. Kegiatan Pujawali diselenggarakan rutin setiap purnama kedasa yang jatuh pada bulan april. Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga minggu. Tidak hanya itu, terdapat pula upacara Panca Wali Krama yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan upacara Eka Dasa Ludra yang akan diselenggarakan setiap sekali dalam 100 tahun.

Sebagai pusatnya candi hindu di Bali, maka Pura Besakih diusulkan sebagai warisan dunia. Penyedia layanan tour selalu memasukkan objek Wisata Pura Besakih Bali dalam paket Dadu Online pada Besakih tour di Bali. Konsep bangunan pura Besakih bali, menggambarkan tentang Tri Hita Kirana yang sampai saat ini menjadi kepercayaan umat hindu di Bali.

  • Tiga Kuil Utama di Besakih Bali

Delapan belas tempat perlindungan terpisah milik kabupaten yang berbeda dan kelompok kasta mengelilingi tiga kuil utama yang didedikasikan untuk Siwa, Brahma dan Wisnu. Untuk orang Bali, mengunjungi tempat-tempat suci kuil adalah ziarah khusus. Pengaturan puncak gunung memberinya kualitas yang nyaris mistis di setiap daerah.

Yang terbesar di pulau ini, kompleks besar dari 35 kuil kecil ini menarik jumlah yang mengejutkan setiap tahun, menjadi titik utama ziarah bagi umat Hindu Bali. Langkah-langkah naik melalui gerbang terpisah ke halaman utama tempat kuil-kuil Trinity, yang didedikasikan untuk Siwa, Brahma, dan Wisnu, dibungkus dengan kain dan dihiasi dengan persembahan bunga. Ada sejumlah kuil tetapi banyak halaman batin mereka tertutup bagi pengunjung atau wisatawan.

Melacak asal-usulnya ke zaman prasejarah, kompleks itu tak tersentuh oleh letusan besar Gunung Agung tahun 1963, yang menyapu bersih desa-desa sekitar. Kompleks Wisata Pura Besakih Bali ini juga menyimpan instrumen gamelan tertua di Bali yang disebut selonding. Upacara pura basakih (odalan) jatuh pada bulan ke-10 kalender Bali, pada bulan April. Jika Anda bepergian, cobalah untuk mencapai Pura Besakih sebelum jam 9 pagi. Ketika banyak bus pariwisata mulai tiba, sehingga kita dapat mengambil di kuil yang indah di pagi Bali yang tenang.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *